Kalender Juli 2026
| Minggu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu |
|---|---|---|---|---|---|---|
1 16 Muharram 16 Sura 1960 Wage | 2 17 Muharram 17 Sura 1960 Kliwon | 3 18 Muharram 18 Sura 1960 Legi | 4 19 Muharram 19 Sura 1960 Pahing | |||
5 20 Muharram 20 Sura 1960 Pon | 6 21 Muharram 21 Sura 1960 Wage | 7 22 Muharram 22 Sura 1960 Kliwon | 8 23 Muharram 23 Sura 1960 Legi | 9 24 Muharram 24 Sura 1960 Pahing | 10 25 Muharram 25 Sura 1960 Pon | 11 26 Muharram 26 Sura 1960 Wage |
12 27 Muharram 27 Sura 1960 Kliwon | 13 28 Muharram 28 Sura 1960 Legi | 14 29 Muharram 29 Sura 1960 Pahing | 15 30 Muharram 30 Sura 1960 Pon | 16 1 Safar 1 Sapar 1960 Wage | 17 2 Safar 2 Sapar 1960 Kliwon | 18 3 Safar 3 Sapar 1960 Legi |
19 4 Safar 4 Sapar 1960 Pahing | 20 5 Safar 5 Sapar 1960 Pon | 21 6 Safar 6 Sapar 1960 Wage | 22 7 Safar 7 Sapar 1960 Kliwon | 23 8 Safar 8 Sapar 1960 Legi | 24 9 Safar 9 Sapar 1960 Pahing | 25 10 Safar 10 Sapar 1960 Pon |
26 11 Safar 11 Sapar 1960 Wage | 27 12 Safar 12 Sapar 1960 Kliwon | 28 13 Safar 13 Sapar 1960 Legi | 29 14 Safar 14 Sapar 1960 Pahing | 30 15 Safar 15 Sapar 1960 Pon | 31 16 Safar 16 Sapar 1960 Wage |
Tentang Kalender Juli 2026
Kalender ini menampilkan tanggal Masehi lengkap dengan padanan Hijriyah dan Kalender Jawa. Dengan tampilan interaktif, kamu bisa melihat setiap hari secara detail beserta tanggal penting dalam sistem penanggalan Islam dan Jawa.
Gunakan fitur navigasi di atas untuk mengganti bulan dan tahun sesuai kebutuhan. Fitur ini berguna untuk melihat hari besar keagamaan, weton Jawa, atau sekadar perencanaan kegiatan harian kamu di bulan Juli tahun 2026.
Informasi Bulan Juli 2026
Kalender bulan Juli tahun 2026 menampilkan konversi lengkap antara tanggal Masehi, Hijriyah, dan Jawa. Setiap hari memiliki kombinasi hari dan pasaran yang dapat digunakan untuk mengetahui weton Jawa.
Dengan menggunakan fitur ini, pengguna dapat melihat hubungan antara sistem kalender global dan sistem kalender tradisional Indonesia dalam satu tampilan yang terintegrasi.
Sistem perhitungan Hijriyah menggunakan pendekatan aritmatika, sehingga kemungkinan terdapat perbedaan satu hari dengan penetapan resmi berdasarkan rukyatul hilal.