Kalender April 2026

Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
1
14 Syawal
14 Sawal 1959 Pon
2
15 Syawal
15 Sawal 1959 Wage
3
16 Syawal
16 Sawal 1959 Kliwon
4
17 Syawal
17 Sawal 1959 Legi
5
18 Syawal
18 Sawal 1959 Pahing
6
19 Syawal
19 Sawal 1959 Pon
7
20 Syawal
20 Sawal 1959 Wage
8
21 Syawal
21 Sawal 1959 Kliwon
9
22 Syawal
22 Sawal 1959 Legi
10
23 Syawal
23 Sawal 1959 Pahing
11
24 Syawal
24 Sawal 1959 Pon
12
25 Syawal
25 Sawal 1959 Wage
13
26 Syawal
26 Sawal 1959 Kliwon
14
27 Syawal
27 Sawal 1959 Legi
15
28 Syawal
28 Sawal 1959 Pahing
16
29 Syawal
29 Sawal 1959 Pon
17
1 Dzulqa'dah
1 Dulkangidah 1959 Wage
18
2 Dzulqa'dah
2 Dulkangidah 1959 Kliwon
19
3 Dzulqa'dah
3 Dulkangidah 1959 Legi
20
4 Dzulqa'dah
4 Dulkangidah 1959 Pahing
21
5 Dzulqa'dah
5 Dulkangidah 1959 Pon
22
6 Dzulqa'dah
6 Dulkangidah 1959 Wage
23
7 Dzulqa'dah
7 Dulkangidah 1959 Kliwon
24
8 Dzulqa'dah
8 Dulkangidah 1959 Legi
25
9 Dzulqa'dah
9 Dulkangidah 1959 Pahing
26
10 Dzulqa'dah
10 Dulkangidah 1959 Pon
27
11 Dzulqa'dah
11 Dulkangidah 1959 Wage
28
12 Dzulqa'dah
12 Dulkangidah 1959 Kliwon
29
13 Dzulqa'dah
13 Dulkangidah 1959 Legi
30
14 Dzulqa'dah
14 Dulkangidah 1959 Pahing

Tentang Kalender April 2026

Kalender ini menampilkan tanggal Masehi lengkap dengan padanan Hijriyah dan Kalender Jawa. Dengan tampilan interaktif, kamu bisa melihat setiap hari secara detail beserta tanggal penting dalam sistem penanggalan Islam dan Jawa.

Gunakan fitur navigasi di atas untuk mengganti bulan dan tahun sesuai kebutuhan. Fitur ini berguna untuk melihat hari besar keagamaan, weton Jawa, atau sekadar perencanaan kegiatan harian kamu di bulan April tahun 2026.

Informasi Bulan April 2026

Kalender bulan April tahun 2026 menampilkan konversi lengkap antara tanggal Masehi, Hijriyah, dan Jawa. Setiap hari memiliki kombinasi hari dan pasaran yang dapat digunakan untuk mengetahui weton Jawa.

Dengan menggunakan fitur ini, pengguna dapat melihat hubungan antara sistem kalender global dan sistem kalender tradisional Indonesia dalam satu tampilan yang terintegrasi.

Sistem perhitungan Hijriyah menggunakan pendekatan aritmatika, sehingga kemungkinan terdapat perbedaan satu hari dengan penetapan resmi berdasarkan rukyatul hilal.